Tag: Konflik Agraria

  • Mempertanyakan RUU Reforma Agraria: Membongkar Ketimpangan atau Sekadar Mengelola Konflik?

    Diskusi Aliansi Lawan Ketimpangan (Fight Inequality Alliance/FIA) mengenai Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria (RUU RA) berlangsung pada 16 September 2026. Diskusi ini menyoroti persoalan mendasar di balik proses legislasi yang tengah berlangsung. Para narasumber mempertanyakan apakah RUU tersebut benar-benar dirancang untuk mengubah struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber-sumber agraria, atau justru berisiko menjadi instrumen baru…

  • Keadilan Bukan Hadiah: Membongkar Karut-Marut Agraria dan Urgensi Perspektif Gender dari Tapak

    Gagasan kedaulatan agraria sebagai berdaulatnya rakyat mengenai segala hal yang menyangkut ruang hidupnya jarang dihubungkan dengan apa yang tersurat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960). Lebih jarang lagi upaya menghubungkannya dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan, melalui dominasi penanaman monokultur dan romantisasi budaya tani, istilah…

  • Membedah Kelas Sosial: Kebebasan Liar Ayam Kampung Melawan Keamanan Terisolasi Ayam Intensif

    Membedah Kelas Sosial: Kebebasan Liar Ayam Kampung Melawan Keamanan Terisolasi Ayam Intensif

    Masyarakat kita, jika direnungkan lebih dalam, memiliki pola stratifikasi yang kompleks, tidak hanya soal angka pendapatan. Untuk memahami bagaimana struktur sosial mendikte ruang gerak dan risiko hidup kita, mari kita gunakan metafora baru: Tiga Kandang Ayam. Metafora ini membagi kelas sosial menjadi tiga jenis unggas: Ayam Kampung (Kelas Bawah), Ayam Koloni (Kelas Menengah), dan Ayam…

  • Nyanyi Sunyi Telaga dalam Rezim Pembangunan

    Nyanyi Sunyi Telaga dalam Rezim Pembangunan

    Bambang (65) masih ingat betapa riuhnya Telaga Nangun di masa kecilnya—tempat ia belajar berenang, orang-orang mencuci pakaian, dan penggembala yang memandikan sapinya. Kini, telaga itu hanya seonggok tanah kering berbentuk ‘L’. Para telaga di Purwodadi mulai terdengar parau dan lirih sejak tahun 1980-an hingga 1990-an yang perlahan memudar dan mati secara bersamaan. Menurut penuturan Bambang,…

  • Ritual 1 Muharram sebagai Upaya Warga Watukodok Merawat Perjuangan

    Ritual 1 Muharram sebagai Upaya Warga Watukodok Merawat Perjuangan

    Ribuan warga dari tiga padukuhan—Kelor Kidul, Kelor Lor, dan Kanigoro—memadati Pantai Watukodok pada Rabu (26/6) untuk merayakan 1 Muharram melalui ritual adat. Acara tahunan ini bukan sekadar peringatan tahun baru Jawa, melainkan strategi budaya warga mempertahankan kedaulatan atas tanah yang hendak dikuasai investor bermodal besar. Ritual dimulai dengan sambutan dan doa bersama, diikuti wiwitan (makan…