Category: Artivism

  • Ritual 1 Muharram sebagai Upaya Warga Watukodok Merawat Perjuangan

    Ritual 1 Muharram sebagai Upaya Warga Watukodok Merawat Perjuangan

    Ribuan warga dari tiga padukuhan—Kelor Kidul, Kelor Lor, dan Kanigoro—memadati Pantai Watukodok pada Rabu (26/6) untuk merayakan 1 Muharram melalui ritual adat. Acara tahunan ini bukan sekadar peringatan tahun baru Jawa, melainkan strategi budaya warga mempertahankan kedaulatan atas tanah yang hendak dikuasai investor bermodal besar. Ritual dimulai dengan sambutan dan doa bersama, diikuti wiwitan (makan…

  • Ngalangi: Ritual Melestarikan Lingkungan

    Ngalangi: Ritual Melestarikan Lingkungan

    Warga Kelurahan Purwodadi, Gunungkidul, melakukan Ritual Ngalangi di Pantai Nglambor pada (12/5). Ritual ini dilakukan kala awal musim kemarau tiba dan padi gogo telah kering menguning. Ritual ini juga baru dimulai ketika penanggalan Jawa menunjukkan Senin Wage dalam Mangsa Saddha. Ritual yang menjadi bagian dari Tradisi Rasulan atau bersih-bersih desa pasca panen ini diikuti sembilan…

  • Mempermalukan Sukatani, Memperolok Kebebasan Berekspresi

    Mempermalukan Sukatani, Memperolok Kebebasan Berekspresi

    “… Mau bikin gigs bayar polisi Lapor barang hilang bayar polisi Masuk ke penjara bayar polisi Keluar penjara bayar polisi Aduh aduh ku tak punya uang Untuk bisa bayar polisi Mau korupsi bayar polisi Mau gusur rumah bayar polisi Mau babat hutan bayar polisi Mau jadi polisi bayar polisi Aduh aduh ku tak punya uang…

  • Ancaman Proyek Energi Panas Bumi

    Ancaman Proyek Energi Panas Bumi

    Tulisan ini melanjutkan Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal Ancaman kelestarian alam Gunung Lawu bukan sekadar adanya ekspansi pariwisata massal. Jauh sebelum itu, masyarakat yang tergabung dalam jaringan Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu (FRPGL) dengan mengusung #JagaLawu, sudah menyuarakan protes sejak adanya rencana eksplorasi energi panas bumi atau geothermal sekitar 2016. Gunung Lawu, yang berada di perbatasan…

  • Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal

    Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal

    Tulisan ini melanjutkan Revolt Vol. 2: Upaya Kaum Muda Lereng Lawu Melawan Eksploitasi Alam Lewat Skena Musik Bawah Tanah Landri, pemuda dari Kelompok Peduli Alam Lereng Lawu (Kepal), sejak 2018 sudah aktif menyuarakan penolakan atas pembukaan perkebunan teh milik PT. Rumpun Sari Kemuning (RSK) sebagai wilayah tangkapan air warga sekitar menjadi area terbuka dan bangunan permanen.…

  • Revolt Vol. 2: Upaya Kaum Muda Lereng Lawu Melawan Eksploitasi Alam Lewat Skena Musik Bawah Tanah

    Revolt Vol. 2: Upaya Kaum Muda Lereng Lawu Melawan Eksploitasi Alam Lewat Skena Musik Bawah Tanah

    Tulisan ini diunggah dalam tiga bagian. Baca juga Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal dan Ancaman Proyek Energi Panas Bumi Memasuki awal tahun 2025, tepatnya pada 3 Januari, sekelompok anak muda di Desa Kemuning menggelar acara musik bawah tanah dengan mengusung tema Revolt Vol. 2: Against Nature Destruction. Gelaran musik underground itu berlangsung di Gedung Balai Desa Kemuning,…