Category: Kabar Tapak
-
Mempertanyakan RUU Reforma Agraria: Membongkar Ketimpangan atau Sekadar Mengelola Konflik?
Diskusi Aliansi Lawan Ketimpangan (Fight Inequality Alliance/FIA) mengenai Rancangan Undang-Undang Reforma Agraria (RUU RA) berlangsung pada 16 September 2026. Diskusi ini menyoroti persoalan mendasar di balik proses legislasi yang tengah berlangsung. Para narasumber mempertanyakan apakah RUU tersebut benar-benar dirancang untuk mengubah struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan sumber-sumber agraria, atau justru berisiko menjadi instrumen baru…
-
Keadilan Bukan Hadiah: Membongkar Karut-Marut Agraria dan Urgensi Perspektif Gender dari Tapak
Gagasan kedaulatan agraria sebagai berdaulatnya rakyat mengenai segala hal yang menyangkut ruang hidupnya jarang dihubungkan dengan apa yang tersurat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960). Lebih jarang lagi upaya menghubungkannya dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan, melalui dominasi penanaman monokultur dan romantisasi budaya tani, istilah…
-

Tambang, Jalan Raya, dan Pariwisata adalah Tantangan Menubuhkan Warisan Budaya KBAK Gunungsewu di Gunungkidul
Lingkar Keadilan Ruang (Ruang) mengadakan pertemuan membahas “Kerja Bersama Menubuhkan Warisan Budaya Gunungkidul” di Desa Tepus, Purwodadi, pada Kamis (22/05) sore. Pertemuan ini bertujuan membincangkan persoalan struktural dan ancaman terhadap kehidupan masyarakat serta lingkungan di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungkidul. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan warga dari Pantai Watukodok, Trowono Karangasem, Tepus Purwodadi, serta…
-

Ancaman Proyek Energi Panas Bumi
Tulisan ini melanjutkan Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal Ancaman kelestarian alam Gunung Lawu bukan sekadar adanya ekspansi pariwisata massal. Jauh sebelum itu, masyarakat yang tergabung dalam jaringan Forum Rakyat Peduli Gunung Lawu (FRPGL) dengan mengusung #JagaLawu, sudah menyuarakan protes sejak adanya rencana eksplorasi energi panas bumi atau geothermal sekitar 2016. Gunung Lawu, yang berada di perbatasan…
-

Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal
Tulisan ini melanjutkan Revolt Vol. 2: Upaya Kaum Muda Lereng Lawu Melawan Eksploitasi Alam Lewat Skena Musik Bawah Tanah Landri, pemuda dari Kelompok Peduli Alam Lereng Lawu (Kepal), sejak 2018 sudah aktif menyuarakan penolakan atas pembukaan perkebunan teh milik PT. Rumpun Sari Kemuning (RSK) sebagai wilayah tangkapan air warga sekitar menjadi area terbuka dan bangunan permanen.…
-

Revolt Vol. 2: Upaya Kaum Muda Lereng Lawu Melawan Eksploitasi Alam Lewat Skena Musik Bawah Tanah
Tulisan ini diunggah dalam tiga bagian. Baca juga Pariwisata Berkelanjutan vs Pariwisata Massal dan Ancaman Proyek Energi Panas Bumi Memasuki awal tahun 2025, tepatnya pada 3 Januari, sekelompok anak muda di Desa Kemuning menggelar acara musik bawah tanah dengan mengusung tema Revolt Vol. 2: Against Nature Destruction. Gelaran musik underground itu berlangsung di Gedung Balai Desa Kemuning,…